Minggu, 01 November 2015

SCR: Membahas tengang SCR/Thiristor (Silicon Control Rectifier)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kali ini kita akan Membahas tentang SCR/Thiristor (Silicon Control Rectifier) artinya dioada silicon yang bisa di kontrol, jadi bisa di sebut dioda yang dilengkapi dengan kontrol,

Bentuk/Wujud SCR/Thiristor
Bentuk/Wujud SCR/Thiristor macam - macam, secara fisik ada yang seperti trnsistor dan macam - macam lagi, Sebagai contoh bentuk/wujut SCR perhatikan gambar diwah!

Bentuk/Wujud SCR/Thiristor


Lambang SCR/Thiristor
Lambang SCR/Thiristor seperti di perlihatkan pada gambar B, SCR/Thrisistor ini mempunya 3 kaki (Pin) yaitu A (Anoda), K (Katoda) dan G (Gate). Jika kita perhatikan dengan seksama ini mirip dengan diode yang mana arus bisa mengalir dari Anoda ke Katoda tapi ada kontorl nya berupa G (Gate). Kalau kita lihat dalamnya atau kita lihat dari bahannya sama sperti dioda yang tengah - tangahnya dikasih silicon jenis "P" dan diambil keluar sebagai pin G (Gate) perhatikan gambar A. Yang paling banyak dipasan kita temui bentuknya sepert pada gambar C. Dan biasaya Pin tengah adalah Anoda, Pin sebelah kanan adalah Katoda dan Pin sebelah kiri adalah Gate, ini yang paling banyak di  pasaran,

Lambang SCR/Thiristor

Sifat - Sifat SCR/Thiristor
Sifat - Sifat SCR/Thiristor. Kalau kita lihat grafik nya seperti pada gambar dibawah, maka dia untuk ON dia harus melalu voltase BREAKOVER VOLTAGE, sebelum voltase dari anoda ke katoda melewati BREAKOVER VOLTAGE maka tidak bisa ON. Tapi setelah BREAKOVER VOLTAGE dilewati maka dia langsung ON terus, dan dia tidak bisa OFF lagi sebelum dimatikan, 


Mempraktekkan Cara Kerja SCR/Thiristor Menggukan arus DC
Kita perhatikan gambar dibawah,  Sebuah SCR untuk menggerakkan sebuah lampu 12Vdc. Pin Anoda terhubung kesebuah lampu dan lampu yang di hubungkan kesubuah sakelar lalu ke battery positif 12V, sedangkan pin  Katoda terhubung ke Pin Negatif battery, lalu pada pin Gate terhubung ke battery +1,5V dan di beri sakelar (S2), Arus dari anoda ke katoda akan mengalir (lampu akan menyala) apabila ada arus yang mengalir pada pin gate, Apabilan S1 di tutup maka lampunya masih mati (belum nyala), kalau S2 di tutup (tekan) baru lampu nyala atau ON yang artinya arus dari anoda ke katoda mengalir. Tetapi begitu S2 kita lepas lampu masih tetap nyala atau ON,, ini lain dengan transistor pada transistor klu arus pada basis kita putus maka lampu akan mati, kenapa begitu?? karna SCR tidak bisa off sebelum arus pada anoda ke katoda di nol kan ini bisa dilakukan dengan melepas pada S1, dan kalu S1 di hubungkan lagi maka lampu tidak akan menyala sebelum S2 juga di tekan, nah,, inilah bedanya dengan transistor. Jadi dengan kata lain S2 adalah sakelar Start dan S1 adalah sakelar Stop.

Praktek Menggunakan Arus DC

S1 ditutup lampu masih mati (belum nyala)

S2 di tekan baru lampu menyala


Mempraktekkan Cara Kerja SCR/Thiristor Menggukan arus DC
Kita perhatikan gambar dibawah,  Sebuah SCR untuk menggerakkan sebuah lampu 220Vac. Pin Anoda terhubung kesebuah lampu dan lampu yang di hubungkan kesubuah sakelar lalau ke listrik 220V atau ke PLN, sedangkan pin  Katoda terhubung ke Pin Negatif battery 1,5V dan ke Listrik 220V atau PLN, lalu pada pin Gate terhubung ke battery +1,5V dan di beri sakelar (S2), Arus dari anoda ke katoda akan mengalir (lampu akan menyala) apabila ada arus yang mengalir pada pin gate, Apabilan S1 di tutup maka lampunya masih mati (belum nyala), kalau S2 di tutup (tekan) baru lampu nyala atau ON yang artinya arus dari anoda ke katoda mengalir. Tetapi begitu S2 kita lepas lampu juga akan mati, jadi tidak sama dengan menggunakan arus DC,, ini karna arus AC yang positif negatir nya berubah ubah sesuai dengan Frequensinya.


Kegunaan Lainnya
Bisa kita jumpai pada pengapian, misalnya pada CDI sepeda motor atau mobil banyak yang menggunakan SCR/Thiristor

System Pengapian Sepeda motor dan mobil


Kontruksi Pengapian sepeda motor dan mobil



Lihat Video Tutorial nya


Demikian, Semoga bermanfaat. By Supatmin MT
Wa'alaikum salam warahmatullahiwabarakatuh.