Minggu, 01 September 2013

Rumus Power Audio

Untuk mengetahui berapa watt daya yang sedang dikeluarkan sebuah Power Amplifer ada rumus yang telah di tetapkan begini rumus nya:

Rumus Dasar Power Audio

P = V2/R

Keterangan:
P = Daya dalam satuan Watt (W)
V= Volt kuadrat dalam satuan Volt (V)
R = Hambatan Speaker (Impedansi speaker) dalam satuan Ohm (Ω)

Ketika kita menyalakan Power Amplifier dan mendendangkan sebuah musik dan kita alunkan dalam suara lembut dan pelan, tentu power yang keluar lewat speaker juga pelan dan daya (watt) yang keluar dari Amplifier juga akan kecil. Jika sebaliknya kita alunkan dengan suara keras maka Powar yang keluar lewat speaker jga akan keras dan daya yang di keluarkan oleh Power Amplifier juga akan besar.
Misalya saat mengalunkan musik dengan pelan tegangan keluar ke speaker adalah 10 volt AC sehingga dayanya pada saat itu adalah: P = 102/ 8 = 12.5 W. Namun ketika aluanan suara musiknya keras, tegangan keluar pada speaker menjadi lebih besar misalnya 20 volt AC, dan pada saat itu daya yang keluar adalah P = 202/ 8 = 50 W.

Dari rumus dasar diatas kita dikenal ada istilah Watt RMS dan Watt PMPO

Watt RMS (WRMS) = (Root Mean Square)
Watt RMS dihitung berdasarkan tegangan rata - rata. yang masuk ke Speaker.
Rumus Watt RMS: PRMS = Vrms2/ R

Watt PMPO (WPMPO) = Peak Music Power Ooutput
Watt PMPO dihitung berdasarkan tegangan tertinggi (peak to peakyang masuk ke Sepeaker.
Rumua Watt PMPO: PPMPO = Vpp2/ R

Catatan:
  • Jika pada sebuah Perangkat audio terlulis misalnya 2 x 50 W ini brarti Watt RMS (WRMS), ini menunjukkan watt rata rat yang dapat di operasikan dengan suara normal tanpa cacat
  • Ada juga pada sebuah perangkat audio tertulis misalnya 300 Watt PMPO (WPMPO), ini menunjukkan watt tertinggi yang dapat di oprasikan perangkat audio tanpa memperhitungakan baik buruk (cacat) distorsi yang terjadi
  • Ada juga yang asal tulis saja semau mau dia untuk menggaet pelanggan yang kurang faham akan masalah audio.. sering pada speaker aktif tertulis 10.000watt, padahal jika pakai rumus PMPO sebenernya juga tidak akan samapai segitu watt nya,,,
Demikian uraian singkat saya semoga bermanfaat
by, Patmin Puja Kesuma

Hukum Ohm

Hukum Ohm

V, I, dan R sebagai komponen parameter dalam Hukum Ohm.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

V = I . R

Keterangan:
I = Arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere (A).
V = Adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt (V).
R = Adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm (Ω).

Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.

Dengan Hukum Ohm ini kita menghitung:
Tegangan: V = I . R
Kuat arus: I = V / R
Hambatan: R = V / I

Contoh penggunaan:
Misal sebuah sebuah Resistor dengan hambatan 10Ω dengan teganan 10V berapa arus yang mengalir? jadi disini yang dihitung adalah Kuat arus maka gunakan rumus I = V / R
I = 10 / 10
  = 1A

Agar lebih mudah mengingatnya kita buat dalam bentuk segi tiga perhatikan gambar

Demikian semoga bermanfaat
by, Patmin Puja Kesuma