Minggu, 01 September 2013

Hukum Ohm

Hukum Ohm

V, I, dan R sebagai komponen parameter dalam Hukum Ohm.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

V = I . R

Keterangan:
I = Arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere (A).
V = Adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt (V).
R = Adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm (Ω).

Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.

Dengan Hukum Ohm ini kita menghitung:
Tegangan: V = I . R
Kuat arus: I = V / R
Hambatan: R = V / I

Contoh penggunaan:
Misal sebuah sebuah Resistor dengan hambatan 10Ω dengan teganan 10V berapa arus yang mengalir? jadi disini yang dihitung adalah Kuat arus maka gunakan rumus I = V / R
I = 10 / 10
  = 1A

Agar lebih mudah mengingatnya kita buat dalam bentuk segi tiga perhatikan gambar

Demikian semoga bermanfaat
by, Patmin Puja Kesuma