Minggu, 25 September 2011

Mengembalikan Data dengan PCLinuxOS

Secara umum penyelamatan data ( =Data Recovery ) berarti mengembalikan data yang telah hilang terhapus dari media penyimpan. Kadang-kadang data yang hilang itu amat sangat berharga hingga sang pemilik rela keluar uang sangat banyak demi kembalinya data tsb. Walau di dunia komputer telah tersedia banyak tools penyelamat data tapi tidak banyak orang yang ahli menyelamatkan data.Anda para pengguna PClinuxOS adalah orang-orang yang sangat berpeluang untuk menjadi penyelamat data. Mengapa? Karena secara default PClinuxOS selalu dilengkapi dengan tools penyelamat data. Boleh jadi Anda seorang pengguna PClinuxOS yang ke mana-mana membawa flashdisk berisi PClinuxOS liveUSB, itu berarti Anda membawa sesuatu yang hebat yang mungkin saja dapat menghasilkan suatu manfaat yang sangat besar.Masih sangat sedikit kelebihan PClinuxOS yang saya ketahui, tapi saya biasa memanfaatkan fitur bawaan PClinuxOS untuk sekedar mengembalikan data yang hilang terhapus dari harddisk, flashdisk dan memory card baik untuk tujuan serius ataupun main-main, dan tentu saja masih dalam kasus-kasus yang sederhana tetapi ternyata sangat berguna. Fitur penyelamatan data ( Data Recovery Utility ) yang saya ketahui adalah Photorec, Testdisk dan NTFSundelete. Photorec untuk menyelamatkan file, testdisk untuk menyelamatkan partisi, ntfsundelete untuk menyelamatkan file yang ada di partisi NTFS.Tentang cara menggunakannya saya anggap Anda akan menganggapnya mudah, walau berjalan di konsole tetapi kalimat-kalimatnya begitu menuntun sang pengguna. Dan yang sangat menyenangkan adalah program yang tak perlu bayar, jika menyelamatkan data di MS Windows kebanyakan softwarenya berbayar, mau buka film yang diselamatkan saja harus upgrade ke versi full dulu yang harus bayar, misalnya. Di PClinuxOS itu tidak terjadi, tinggal dijalankan dan lihat hasilnya.
Contoh penggunaannya begini:[guest@localhost ~]$ suPassword:[root@localhost guest]# photorecPhotoRec 6.5, Data Recovery Utility, October 2006Christophe GRENIER
http://www.cgsecurity.orgPhotoRec is free software, and
comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY.Select a media (use Arrow keys, then press Enter):
Disk /dev/hda - 40 GB / 37 GiB (RO)
[Proceed ] [ Quit ]Note: Disk capacity must be correctly detected for a successful recovery.If a disk listed above has incorrect size, check HD jumper settings, BIOS
detection, and install the latest OS patches and disk drivers.
Photorec dan Testdisk tidak dicantumkan di Start Menu tetapi kita dapat menambahkannya sendiri dengan mudah ( jika pakai KDE ), tinggal buka Menu Editor, buat menu baru dengan klik New Submenu, beri nama misalnya Data Recovery, kemudian klik New Item, beri nama Photorec, Command diisi /usr/sbin/photorec kemudian klik Run in terminal, klik Run as different user. Demikian juga Testdisk, bagian Command diisi /usr/sbin/testdisk , klik Run in terminal, klik Run as differernt user dan kemudian klik Save. Tutup Menu Editor, Photorec telah siap dengan sekali klik. Andapun siap untuk menjadi sang penyelamat.Sumber: http://linux.or.id/

Semoga bermanfaat
***

Clonezilla

Clonezilla adalah Software gratis (open source). Demgam Clonezilla ini sobat blogger bisa meng-cloning sebuah Harddisk, sobat dapat melakukan backup dan recovery harddisk, Clonezilla bisa untuk mem-backup partisi Windows, Linux, Mac OS, BSD, baik itu yang 32-bit atau yang 64-bit. Clonezilla ini serupa dengan Norton Ghost namum Norton Ghost tidak lah gratis alias berbayar. Bagi sobat yang membutuhkan Clonezilla dapat di unduh di http://www.clonezilla.org/download/ 

Clonezilla ada dua versi,yaitu: 

Clonezilla live . Clonezilla live ini digunakan pada komputer tunggal. Clonezilla live dapat dijalankan atau booting melalui CD / DVD atau USB flash drive 
Clonezilla SE (edisi server). Clonezilla SE ini digunakan pada komputer dengan sistem jaringan. Pada situs resminya disebutkan bahwa Clonezilla SE dapat digunakan untuk mengclone 41 komputer dengan sistem 5,6 GBytes secara bersamaan hanya butuh waktu sekitar 10 menit

Fitur Clonezilla 
1. Berbasis (GPL) Software free (open source) 
2. Support banya file system
  • Linux: ext2, ext3, ext4, reiserfs, Reiser4, xfs, jfs 
  • Windows: FAT, NTFS 
  • Mac OS: HFS + 
  • BSD: UFS FreeBSD, NetBSD , dan OpenBSD 
  • VMWare ESX: VMFS 
3. Mendukung LVM2 
4. Mendukung Grub 
5. Mendukung sistem Multicast pada Clonezilla SE, yang cocok untuk clone massal. Anda juga dapat meremote penggunaannya, untuk membackup atau merestore sekelompok komputer jika PXE dan Wake-on-LAN didukung pada klien Anda. 
6. Dibuat berdasarkan partclone , Partimage , ntfsclone , dan dd untuk clone partisi. Tidak hanya itu, Clonezilla juga berisi beberapa program lain, yang dapat menyimpan dan mengembalikan tidak hanya partisi, tetapi juga seluruh disk. 
7. Dengan menggunakan free software drbl-winroll, hostname, group, dan SID dari clone MS windows dapat otomatis ikut serta terdeteksi. 

Cara menggunakan Clonezilla Live 
  1. Booting komputer sobat melalui CD/DVD atau sesuai media penyimpanan, karna Clonezilla via CD/DVD, USB, HDD,dan lain-lain 
  2. Setelah berhasil booting, kemudian klik Enter 
  3. Pada layar berikutnya pilihlah bahasa kemudian Enter 
  4. Biarkan keyboard pada Don’t touch keymap, lalu tekan Enter. Kemudian Enter 
  5. Pada tampilan berikutnya ada dua opsi yaitu: 
  • device-image work with disks or partition using images (backup partisi/harddis menjadi system image) 
  • device-device work derectory from a disk or patition to a disk or partition (backup partisi/harddisk ke hardis) 

Setelah menentukan pilihan tekan Enter dan tunggu proses nya 

Semoga bermanfaat

***