Jumat, 29 April 2011

Pre-Amp Mic untuk LSB

Microphone adalah alat yang dapat merubah getaran suara menjadi getaran listrik, getaran listrik tersebut kemudian masuk kerangkaian penguat mic transistor kemudian diperkuat lagi ketingkat berikutnya setelah melalui proses filterisasi dan melalui volume kontrol, penguat tingkat kedua ini menggunaka IC Op-Amp, keluaran dari Op-Amp ini sudah memadai untuk momodulir Balance Modulator... Lihat sekematik rangkaian Pre-Amp Mic untuk LSB dibawah ini. Rangkaian ini yang saya pakai untuk di LSB bikinan saya sendiri..
Transistor menggunakan C945, C828 dll.. Mic nya pakai Mic Condensor..

***

Skema Amplifier OCL tipe NPN

Amplifier ini saya berinama Amplifier OCL tipe NPN karna pada bagian penguat akhir/final nya menggunakan tipe transistor NPN semuanya, tipe transistornya bisa memakai teransistor NPN yang cocok dan bisa bekerja pada frekwensi audio. untuk lebih jelasnya lihat dan pelajari saja gambar skematik dibawah ini





























***

Amplifier Klas A

Salah satu kerugian dari Amplifier klas A adalah, bahwa selalu terdapat/mengalir arus DC pada pin kolektor. Oleh karna itu dissipasi tenaga transistor tinggi, walaupun sedang tidak ada sinyal masuk yang akan diperkuat. Salah satu contoh Amplifier klas A adalah seperti gambar dibawah ini:
Kinerja Amplifier klas A tunggal ini hanya kira-kira 50%, selain itu mempunyai harmonis yang mengakibatkan cacat (distorsi) sampai 5%, distorsi tersebut disebabkan karena bagian nonlinier arus kolektor akan bertambah menurut bertambahnya arus basis pada bagian non-linier itu juga. Untuk penguatan tenaga yang cukup besar maka distorsi itu cukup jelas terdengar.

Amplifier Klas A Push-Pull (Balance)
Untuk memperoleh daya yang lebih besar dari klas A maka dapat di terapakan menggunakan sistem Push-Pull (Balance). Dengan menggunakan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, misalnya:
1. Dapat menghilankan distorsi
2. Dapat menghasilkan Output yang lebih besar
3. Dapat menghilangkan efek jenuh DC pada tranformator
Contoh rangkaian klas A Push-Pull (Balance) seperti di perlihatkan pada skematik gambar dibawah ini:

Dalam rangkaian tersebut sinyal input yang masuk kemasing - masing penguat itu sama besarnya dan berbeda fasa. Transformer yang di gunakan juga khusus untuk penguat Push-Pull, yaitu gulungan primernya terdiri dari dua bagian atas dan bawah yang keduanya mempunyai impedansi yang sama (tansformator center-tap). Gulungan sekundernya yang akan dihubungkan ke sepeker sama dengan transformer OT biasa.

Demikan sekilas mengenai Amplifier klas A dari catatan saya... semoga bermanfaat

***

Amplifier Mini

Amplifier ini banyak digunakan pada Radio-radio transistor, tape dan walkman. Prinsip kerja Amplifier ini jika ada sinyal masuk ke input masing-masing transistor, maka pada bagian outputnya akan mengalir arus AC yang berlawanan arahnya. Sinyal input untuk transistor dimasukkan ke input dalam hubungan parallel, sedangkan arus yang mengalir pada outputnya adalah hubungan push-pull. Sedangkan sepekernya dihubungkan dengan menggunakan kondensator kopling yang terdapat pada emitornya. Dalam hal ini Amplifier bekerja sebagai penguat penggiring emitor (emitter follower). Impedansi speker yanga digunakan dalan rangkaian ini cukup rendah seperti sepeker umumnya antara 4Ω - 8Ω - 16Ω. Lebih jelasnya lihat gambar rangkainnya dibawah ini...

***

Rabu, 27 April 2011

Amplifier TDA2030

TDA2030 bisa di buat Amplifier dengan sistem OTL (Output Transformers Less), OCL (Output Capacitor Less) dan bisa BTL (Bredge Tie Load). Perhatikan bentuk-bentuk sekema dari IC TDA2030 dibawah ini.

Skema dibawah ini adalah skema Amplifier sistem OTL (Output Transformers Less) atau Output tanpa Trafo OT namun menggunakan Capacitor
Skema dibawah ini adalah skema Amplifier sistem OCL (Output Capacitor Less) atau Output tanpa trafo OT dan tanpa Capacitor
Skema dibawah ini adalah Amplifier sistem BTL (Bredge Tie Load) adalah sistem dua buah Amplifier OCL yang digabung untuk mendapatkan daya yang lebih besar
Iini adalah fisik IC TDA2030
Ini adalah PIN CONNECTION (top view)
Demikian semoga bermanfaat...


***

Skema Charger Accu 6V/5A

Ini adalah Skema Charger Accu 6V/5A, rangkaian nya cukup sederhana, trafo bisa di buat dari bekas lampu hemat energi dengan mmbuang lilitan aslinya dan di ganti dengan lilitan baru, untuk membuat Rangkaian Charger Accu 6V/5A ini bisa dilihat Skema dibawah ini.
Keterangan:
Lilitan Primer 1 dan 3: 220 lilit. Økawat 0.1
Lilitan Primer 2 dan 4: 12 lilit. Økawat 0.1
Lilitan Skunder : 45 lilit. Økawat 0.3

Dililit pada koker ferite bekas dari lampu moder energy saver
Cara melilit searah jarum jam

***

Kamis, 21 April 2011

TIP DAN TRIK WINDOWS 7

Bagi anda yang menggunakan OS Windows 7 banyak sekali tip dan trik yang bisa anda gunakan supaya system Anda bisa bekerja maksimal. Berikut beberapa tip dan trik untuk memaksimal kan Windows 7 Anda agar tampil beda dan mudah di gunakan..



1. Membuat Pesan Pembuka Saat Booting

  • Buka Registry Editor 
Masuk ke: HKEY _ LOCAL _ MACHINE \ Software \ Mikrosoft \ Windows \ Current Version \ Policies \ System
  • Klik dua kali legalnoticecaption pada panel sebelah kanan 
  • Isikan pesan Anda 
  • Klik OK 
  • Klik dua kali pada legalnoticetext 
  • Isi pesan anda 
  • Klik OK 
  • Restart 

2. Menonaktifkan Game dan Fitur Windows 7 lainnya
  • Klik Search Programs and files 
  • Klik Windows features 
  • Tekan Enter 
  • Hilangkan centangan pada Windows Feature yang akan dinonaktifkan 
  • Klik OK 

3. Mempercepat Tampilan Aero Thumbnalis pada Taskbar
  • Buka Registry Editor 
  • Masuk ke: HKEY _ CURRENT _ USER \ Software \ Microsoft \ Windows \ Current Version \ Explorer \ Advanced 
  • Klik kanan area kosong pada panel sebelah kanan 
  • Pilih New 
  • Klik DWORD 32-bite Value 
  • Ubah namanya menjadi ExtendedUIHoverTime 
  • Klik duakali pada item ExtendedUIHoverTime yang baru kita buat tadi 
  • Ganti nilainya 10 
  • Pada pilihan Base pilih Hexadecimal 
  • Klik OK 

4. Membuat Perintah Disk Clean Up pada Menu Klik Kanan
  • Buka Registry Editor 
  • Masuk ke: HKEY _ CLASSES _ ROOT \ Driver \ Shell 
  • Pilih Menu Edit 
  • Pilih New 
  • Klik Key 
  • Ubah namanya menjadi diskcleanup 
  • Klik diskcleanup yang baru kita buat tadi 
  • Klik dua kalai value data pada panel sebelah kanan 
  • Isi value data dengan Disk Clean Up 
  • Klik OK 
  • Arahkan kursor kembali ke: HKEY _ CLASSES _ ROOT \ Driver\Shell \ diskcleanup 
  • Pilih Menu Edit 
  • Pilih New 
  • Klik Key 
  • Ubah namanya menjadi command 
  • Klik item command yang baru saja kita buat tadi 
  • Klik dua kali item Default pada kolom sebelah kanan 
  • Isi value datanya cleanmgr.exe 
  • Klik OK 
  • Restart 

5. Agar Data Tidak bisa di Copy dan di Cut
  • RUN >> regedit >> HKEY_CURRENT_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control >> Klik kanan pada key Control >> New > Key >> Ubah namanya StorageDevicePolicies >> Kli item StorageDevicePolicies yang baru kita buat tadi >> Klik kanan area kosong pada panel sebelah kanan >> New >> DWORD 32-bit Value >> Ubah namanya WriteProtect dan klik duakali pada WriteProtect yang baru kita buat tadi >> Isi Value datanya dengan angka 1 >> Pada pilihan Base pilih Hexadecimal.
6. Memaksimalkan Bandwith Window 7
  • Run >> gpedit.msc >> Enter/OK >> Computer Configuration\Administrative Templates\Network >> Klik QoS Packet Scheduller >> Dobel klik Limit Reservable Bandwith >> Pilih enabled >> Rubah Bandwith Limit 20% menjadi 0% >> Klik Apply >> Klik OK >> Restart komputer
7. Mempercepat Startup

Run > regedit > Enter/OK > HKLM\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SesionManager\MemoryManagement. Klik PrefectParameters > Klik kanan pada EnablePrefect > Ubah value data menjadi 2. Untuk mengembalikan seting awal ubah value data menjadi 3

8. Cara Menghilangkan Tanda Panah pada Shorcut Desktop

Run > regedit > Enter/OK >HKEY_CLASSES_ROOT/lnkfile > Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcus. Tutup Registry kemudian buka lagi


HKEY_CLASSES_ROOT/piffile


Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcuts. Tutup kemudian Restart Komputer maka tanda panah pada shorcut di destop akan hilang

Rabu, 20 April 2011

MEMBUAT AMPLIFIER BTL

Kalau Ampli jaman dulu kata master saya pakai IT dan OT. IT (Input Transformers) sebagai jembatan masukan pada Amplifier tersebut. OT (Output Transformers) sebagai jembatan output Amplifier tersebur ke speker nya. Rata-rata Ampli model ini banyak di gunakan pada jaman tabung, bukan jaman batu, hehehe...  setelah muncul Transistor maka Ampli model tersebut mulai ditinggalkan. Tapi saya perhatikan ada juga Model IT/OT yang diterapkan memakai transistor misalnya pada Amplifier jenis TOA yang sering dipakai  di Mesjid, mungkin itu diterapkan karna untuk mendapatkan output dengan inpedansi yang berpariasi dari 4Ω - 8Ω - 16Ω bahkan sampai ratusan Ω. Nah... klu udah liat inpedansi nya begitu kayaknya tidak bisa lah ya  kalau tanpa OT...
Kata master saya, setelah Transistor ditemukan dan para insinyur elektronika mulai ber-experiment maka mulailah ditemukan berbagai sistem Amplifier. Sistem Amplifier yang saya tau adalah:
OTL (Output Transformer Less) adalah sistem Amplifer dengan output tanpa trafo (IT/OT) namun menggunakan kapasitor
OCL (Output Capacitor Less) adalah sistem Amplifier dengan ouput tanpa trafo  (IT/OT) dan tanpa kapasitor
BTL (Bridge Tie Load) adalah sistem Amplifier dengan pengabungan dua buah Amplifier, bisa gabungan dari OTL atau gabungan dari OCL.  Rangkaian model ini banyak diterapkan juga yang pakai IC, contohnya IC TDA2030 dan lain-lainnya. dan suaranya memang lebih mantap dibanding dengan singel ended. Tapi jika menggunakan IC tentu dayanya sangat terbatas, nah untuk mempunya BTL dengan daya bersar kita bisa merakitnya sendiri. BTL ini terdiri dari Amplifier Stereo yang yang digabung dengan sebuah rangkaian OP AMP pada inputnya. Sinyal yang masuk pada rangkaian OP-AMP BTL  diolah sehingga keluarannya menjadi dua (dua output). Output yang pertama adalah output aslinya (Fasa Positive) dan output yang kedua adalah output yang Fasa nya sudah dirubah (Fasa Negative). Kemudian kedua output ini di hubungkan pada sebuah rangkaian Amplifier Stereo, dan yang cocok untuk ini adalah Amplifier OCL. Dengan digabungkan menggunakan rangkaian Op-Amp ini maka output dari Amplifier OCL tersebut akan ber-Fasa Positive dan ber-Fasa Negative yang langsung dihubungkan ke Speker (terminal positive dan negativenya). Jadi speker tidak ada yang ke GND makanya tendangannya juga semakin kuat dan mantap menghentakkan dada, tenaga bisa 2 sampa 4 kali lipat dari OCL biasa, makanya harus di perhitungkan dalam penggunaan tegangan supply dan speker yang digunakan kira-kira mampu tidak TR Finalnya di BTL... Namun jika kita menghubungakan speker dengan output L dan GND atau output R dengan GND maka fungsinya akan sama denga OCL biasa. Baiklah mungkin Anda kurang memahami kata-kata saya maka akan saya berikan beberapa gambar rangkaian OTL,OCL, dan BTL, gambar ini saya ambil dari data sheet IC TDA 2030 karna IC ini juga bisa diterapkan pada system-system tersebut

OTL TDA2030
Jika kita perhatikan gambar rangkaian dibawah output ke speker menggunakan kapasitor (elco) 2000uf, fungsi dari elco tersebut adalah sebagai penahan/pemblokir arus searah (DC) agar tidak ikut masuk ke speker dan ini adalah sebagai pengganti system OT (ouput transformers). Catu daya yang di gunakan pada Ampli model ini adala Single Power Supply (Positive dan Negative)
OCL TDA2030
Nah kalau kita lihat gambar rangkaian dibawah ini Output ke sepeker nya tidak pakai kapasitor (elco) namun diarah kan ke GND, dan ini adalah sytem OCL, sama seperti OCL yang menggunakan transistor bedanya yang ini sudah dikemas dalam bentuk IC TDA2030 sehingga lebih simpel walaupun daya nya terbatas 14watt saja. Catu daya yang dipakai pada system OCL ini adalah Split Power Supply atau catu daya kembar karna mempunya dua polaritas (Positive - GND - Negative)
BTL TDA2030
Mari deh kita amati gambar rangakaian dibawah ini... itu kan rangkaian dua buah Ampli OCL yang digabung jadi satu namun sumber masukannya berbeda (non inverting dan inverting) yang akan menbuat fasa masing out dari ampli tersebut berbeda pula fasa (negative dan positive) dan langsung di hubungkan keterminal sebuah speker. Inilah yang dimankan syste BTL (Bridge Tie Load). Catu daya yang digunakan sama seperti system OCL
Sebenernya banyak Ampli yang menggunakan sistem BTL, misalnya pada Tape Dack, Ampli Tape Mobil cuma itu kan dalam daya kecil paling tinggi 80watt dan rata-rata pakai IC.

Nah udah maksud kan mana itu OTL, OCL dan BTL??? OTL dan OCL bisa dikata gorikan dalam single ended. Klu sudah maksud kita lanjutkan bagai mana membuat Ampli BTL sendiri, pertama-tama kita siapkan dulu OCL Stereo lengkap dengan catu dayanya, kemudian kita buat rangkaian Op-Amp BTL untuk menggabungkan OCL Stereo itu jadi Mono, lihat dan pelajarilah gambar rangkaian Op-Amp BTL dibawah ini. IC nya bisa pakai TL082, 4558, LF353, DLL

Rangkaian OP-Amp BTL
Ini Diagram Blok Pemasangannya
Mungkin ada diantara kita yang beranggapan bagai mana kalau tidak menggunakan Op-Amp, tapi dengan menggabungkan input dari OCL Stereo itu jadi satu, atau satunya di GND-kan, kemudian outputnya (L&R) langsung ke speker, kan sama aja...namun tidak dimikian sobat.. kalau kita cuma main gabung nanti output yang keluar cuma satu fasa ini akan berdampak buruk bagi rangkaian dan  audio nya tidak enak didengar. Ga percaya...? ya coba aja sendiri, setelah itu coba juga yang pakai OP-Amp. dan bandingkan hasilnya...pokoknya jika rangkaian Op-Amp kamu bekerja dengan OCL 300 Stereo sudah jmlegur deh.... klu menurut aku dari rasa dan pendengaran aja udah bisa tak rasakan sound itu pakai BTL ata OCL biasa. Jika OCL biasa walu watt nya gede tapi suaranya tidak terasa menghentak didada... namun jika OCL yang udah di BTL-kan walau daya standar tapi akan terasa banget didada.
Sekian dulu ya teman-teman semoga postingan ku kali ini bermanfaat, mohon komentarnya yang membangun....

***

Rabu, 06 April 2011

Membuat Switching Power Supply dari bekas Trafo TV

Power Supply dalam segala hal yang berbau elektronika sangat lah vital, karna tanpa Power Supplya maka perangkat elekronika tidak akan bisa bekerja, yang namanya Power Supply tentu tidak lepas dari Trafo (Transformer). Trafo itu sendiri ada berbagai macam, dilihat dari kegunaannya ada Trafo Step-Up, Trafo Step-Down, diliat dari segi fisiknya ada yang dari inti besi dan ada dari yang dari inti ferite, dll. untuk membuat trafo kita harus mengetahui rumusnya, namun disini saya tidak akan membahas mengenai rumus membuat trafo, melainkan saya akan membagikan pengalaman saya dalam memanfatkan Trafo Switching bekas TV untuk di pergunakan menjadi Power Supply yang bisa dimanfaatkan untuk Power Supply Audio Power OCL dan keperluan lain yang memerlukan Power Supply. Awalnya saya terinpirasi dari sebuah SPK aktive (kalau tidak salah mereknya Polytron) dan saya liat tidak menggunakan trafo besi, melainkan Switching model seperti TV dan Transformernnya juga sebesar Trafo Sewitching TV 21 Inch, dan jenis Power audionya OCL pakai Transistor 4 biji yaitu TIP3055/TIP2955 masing-masing 2 biji, dan speakernya 4 buah masing-masing 8 Inch.  Suara menggelaegar stabil, waktu musik berjalan saya coba ukur tegangan tetap mantap dan stabil. Kalau saya lihat pada SPK aktive model ini yang pakai Trafo besi stidaknya Trafo-nya sekitar 5A lebih mungkin 6-7A. Dibawah ini saya sempatkan jepret sebuah Amplifier yang menggunaka Switching Regulator, ini mirip dengan Rangkaian Power Supply Komputer, perhatikan gambarnya

Atas dasar pengalalaman itulah maka muncullah ide untuk memanfatkan Trafo Switching TV dan untuk men-drivernya saya gunakan Switcing Power Supply Modul atau yang lebih dikenal dengan GACUN yang banyak di jual di toko elektronika dengan harga berpariasi skitar Rp. 22.500 sampai Rp. 25.000. Oke, kita lanjut saja. Lihat saja Sekemanya dibawah ini. Ada dua macam skema yang pertama tanpa rangkain Optocoupler dan yang kedua memakai rangkaian Optoupler

Skematik dibawah ini adalah rangakaian Power Supply dengan memanfaatkan Trafo Switching bekas TV namum rangkaian Optocuplernya tidak digunakan, rangkaian ini sudah saya gunakan dan sering saya pasang pada Power Audio OCL, kadang juga saya rangkai untuk mengganti Trafo Besi pada SPK aktive jika Trafonya rusak atau terbakar. Hasilnya sama dengan menggunakan trafo biasa 5A, makanya saya sekarang ga pernah beli Trafo besi. Jika ingin mendapatkan Arus yang besar tentu mempergunakan Trafo Switcing yang besar dan kawat email yang besar atau terdiri dari kawat email kecil yang di gandeng dilillit bareng. Bagi shobat yang ingin mencoba silah kan di ikuti tahap-tahap nya.
Skematik dibawah ini juga rangkaian Power supply dengan memanfaatkan Trafo Switching bekas TV, namun rangkaian ini menggunakan Optocoupler sehingga tegangan lebih mantap dan stabil, tidak mengikuti tegangan input yang naik turun, rankaian ini juga akan protect jika tegangan ouput mengalami short.
Keterangan:
Lilitan Primer adalah 110 lilit dan dibagi jadi dua bagian yaitu:
P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm
P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm

Lilitan Sekunder
S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm 
S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm

Cara membuat lilitan
Yang perlu mendapat perhatian dalam melilit ulang adalah lilitan searah jarum jam dan dililit serapi mungkin dan jangan sampai ada yang short. Cara membuat lilitannya adalah sebagai berikut:

  1. Buka koker ferite nya dan lilitan aslinya
  2. Buat lilitan baru, dimulai dengan lilitan Primer, P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm. Solderlah kawat pada tab yang tersedia dan mulailah melilit sampai itungan yang ke 55 kemudian solderlah ujung penghabisan pada tab yang ada. ingat dan tandai ujung awal liltan tadi, karna ujung itulah nanti yang akan disambungkan langsung ke positive 220v - 300v
  3. Dilanjutkan membuat liltan Skunder yang pertama, S1: 24 lilit. Ø kawat email 1mm. Liltan sekunder ini untuk mendapatkan tegangan ganda (24v - CT - 24v). Caranya: solderkan ujung kawat pada tab yang ada kemudian buat lilitan sebanyak 12 lilit kemudian solderlkanlah pada tab yang ada (tab ini adalah untuk CT/Centre Tab). kemudian lanjutkan 12 lilitan lagi. Bisa jugan dengan melilit dua buah kawat bareng 12 lilit kemudian ujung akhir kawat pertama di hubungkan dengan ujung awal kawat kedua pertemuan ini dinamakan CT (centre tab)
  4. Selanjutnya kita buat lilitan skunder yang kedua, S2: 55 lilit. Ø kawat email 0.2mm. Lilitan ini untuk mendapatkan tegangan 110 untuk rangkaian optocoupler jika akan menggunakannya, tapi jika tidak menggunakan rangkaian optocoupler maka lilitan ini ditiadakan saja
  5. Membuat lilitan untuk rangkaian tambahan, misalnya 12v untuk fan, 15-ct-15 untuk tone control, dll. cara melilit sama tapi gunakanlah kawat halus saja karna arus yang dibutuhkan kecil saja, jadi menggunakan kawat 0.2 saja sudah memadai. Jumlah lilitan nya adalah: 12volt liltannya sebanya 6 lilit. dan utuk rangkaian tone control biasanya dilengkapi dengan IC Regulator 7815 dan 7915 maka tegannya kita buat saja 18v-ct-18v. Untuk mendapatkan tegangan 18v-ct-18v langkanya sama dengan langkah no 3 tapi jumlah lilitannya 9 lilit Tab
  6. Setelah dirasa cukup dan selesai membuat lilitan Skunder nya, maka ditutup dengan liltan Primer yang kedua (P2: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm). Caranya: Solderlah ujung kawat yang mau dililit pada tab akhir liltan Primer yang pertama tadi, kemudian buat lilitan dengan rapi sebanyak 55 lilit dan solderlah ujungnya pada tab yan tersedia. tandai dan ingat bahwa ujung ini nantinya  aka disambungkan ke rangkaian Switching Power Supply Modul pada kabel warna merah
  7. Setiap mendapat satu lapis lilitan, jangan lupa di beri isolasi, atau isolasi yang lama bisa di gunakan lagi.

Selesai dah membuat lilitannya... gampang kan...??!!

Nah... setelah diliat rangkaiannya, dan baca keterangannya sederhana saja kan??? cukup dibuat pakai PCB bolong aja bisa. Hanya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran juga kehati-hatian.

Nih gambar rangkaian jadinya. Ini saya gunakan Trafo Switching TV 29 merek Cina. Rangakaian Penyerarah bagian outputnya tidak saya gabung, karna ini saya pasang untuk OCL 300watt yang langsung ada rangkaian dioda penyearah dan Elconya.
Dibawah ini adalah gambar Switching Power Supply Module, atau dikalangan teknisi sering disebut GACUN. yang di perlukan untuk Membuat Switching Power Supply  dari bekas Trafo TV
Gambar dibawah ini adalah koker ferite yang sudah saya dibuka dan lilitan aslinya juga udah di buka
Gambar dibawah ini menunjukkan selesai membuat lilitan Primer pertama (P1: 55 lilit. Ø kawat email 0.6mm)
Selesai dah tinggal pasang kembali Ferite nya...
Cara melepas Ferite
Sobat yang berhagian tentu mengalami kesulitan dalam melepas Ferite nya bukan...?? sama saya juga awalnya gitu, tapi setelah saya temukan tip dan triknya mudah sekali melepas Ferite tersebut ga sampai lima menit..Nih tak kasih ilmunya tapi jangan bilang bilang ya... klu ada yang tanya suruh aja kesini... heheh... Gini caranya: rebus air sampai mendidih kemudian masukkan trafo yang mau dilepas Feritenya kedalam air panas menggelegak tersebut, tunggu beberapa saat kira kira 1  menit, kemudaian ambil trafo menggunakan tang penjepit, jangan tunggu sampai dingin, justru masih dalam kadaan panas inilah kita mudah melepas feritenya karna parekatnya meleleh. Gunakan alat bantu tang dan obeng tipis untuk menarik ferit. Semoga berhasil…

Tabel Kawat Email dan Kemampuannya
Semoga bermanfaat

***

Senin, 04 April 2011

Tip & Trik Windows XP; Cara Membuat Shortcut Shutdown/Restar/Log-Off

Sobat pengguna Windows XP tentu sudah tidak asing lagi untuk men-suhutdown/restart/log-off komputer biasanya sobat  dengan melakukan tiga langkah dari tombol Start, tapi dengan membuat Shortcut ini sobat hanya satu langkah saja sudah dapat men-suhutdown/restart/log-off  komputer dengan cepat. Untuk membuat Shortcut men-suhutdown/restart/log-off  ini ikutilah langkah-langkah dibawah ini

  • Klik kanan pada area desktop, kemudian pilih New > Shortcut
Kemudian pada jendela Create Shortcut seperti  terlihat pada gambar dibawah, isikan pada kotak Type the location of the item
  • Untuk membuat Shorcut Shutdown, ketik: shutdown -s -t 02 
  • Untuk membuat Shorcut Restar, ketik: shutdown -r -t 02
  • Untuk membuat Shorcut Log-off, ketik: shutdown -l -t 02
Setelah selesai kli Next



















Kemudian pada jendela Select a Title for the Program seperti terlihat pada gambar dibawah, isilah kotak Type a name for this shortcut
  • Untuk Shortcut Shutdown ketik: shutdown.exe 
  • Untuk Shortcut Shutdown ketik: restar.exe
  • Untuk Shortcut Shutdown ketik: Log Off User.exe  
Setelah selesai klik Next


  • Untuk melakukan Shutdown/Restart/Log-off sobat cukup kllik dua kali ikon yang sudah ada di Desktop

Semoga bermanfaat

***

Minggu, 03 April 2011

Tip & Trik Windows XP; Bagian-bagian Registry

Pada Windows XP, Registry dibagai menjadi 5 bagian. Setiap bagian selalu di awali dengan nama HKEY atau root keys (kunci dasar). Pada setiap root keys masih memiliki bagian-bagian penting sampai pada sub-keys paling bawah yang bernilai (value). Bagian-bagian dari Registry tersebut adalah:
  1. HKEY_CLASSES_ROOT
  2. HKEY_CURRENT_USER
  3. HKEY_LOCAL_MACHINE
  4. HKEY_USERS
  5. HKEY_CURRENT_CONFIG
1. HKEY_CLASSES_ROOT adalah bagian yang paling utama didalam Registry. bagian ini merupakan kumpulan induk root keys. Bagian ini dipergunakan oleh Windows untuk mengurus segala macam file, semakin banyak program yang kita install maka akan semakin panjang pula daftar root keys ini.

2. HKEY_CURRENT_USER adalah tempat dimana tersimpannya pengaturan-pengaturan pengguna komputer, misalanya saat pengguna mengubah background, wallpaper atau desktop, nah pengaturan tersebut akan tetap disimpan disini, supaya dapat dipastikan perubahan-perubahan cuma dilakukan oleh satu pengguna tidak pengguna yang lain. HKEY_CURRENT_USER juga nama lain/alias bagi HKEY_USERS

3. HKEY_LOCAL_MACHINE adalah tempat tersimpannnya pengaturan-pengaturan tentang semua hardware yang terpasang pada komputer, ini adalah untuk semua pengguna

4. HKEY_USERS adalah tempat tersimpannya pengaturan pengguna komputer. Jika komputer di atur untuk lebih dari satu pengguna maka root keys ini akan menyimpannya untuk masing-masing penggunanya, semua yang menyangkut perbedaan tentang pengaturan-pengaturan pada wallpaper, sound, warna, screen saver, program dan aplikasinya.

5. HKEY_CURRENT_CONFIG adalah dimana tersimpannya nomor profil hardware yang dipasang pada komputer, yang terdiri dari kode 0001, 0002 dan seterusnya sesuai konfirgurasi yang kita simpan. HKEY_CURRENT_CONFIG juga nama lain/alias bagi HKEY_LOCAL_MACHINE

***

Tip & Trik Windows XP; Cara Memulihkan Registry

Sebelum merubah Registry kita sudah membuat file backup nya, dan manakala Registry yang kita rubah-rubah tadi menimbulkan masalah makan kita bisa memanfaatkan file backup tadi, caranya adalah


  • Buka halaman Registry Editor kemudian pilih File dan klik Import


  • Selanjutnya cari dimana kita menyimpan file Registry Backup yang kita buat, kemudian klik Open


  • Tunggu proses  pemulihan Registry hingga selesai



Demikian semoga bermanfaat
By, Patmin Puja Kesuma